Workshop Peluang Akses Ekspor Produk Makanan Dan Minuman: How to Recover After The Pandemic

Industri Makanan dan Minuman di Indonesia termasuk dalam 7 Sektor Prioritas Making Indonesia 4.0, hal ini dikarenakan karena Industri Makanan dan Minuman mampu memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional, baik itu melalui peningkatan investasi, penyerapan tenaga kerja, maupun capaian nilai ekspor.
Industri Makanan dan Minuman juga berperan penting terhadap pemerataan usaha di Indonesia mengingat para pelaku sektor ini tidak hanya didominasi oleh perusahaan berskala besar tetapi juga berskala industri menengah dan kecil.
Kementerian Perindustrian berkomitmen mendorong pembinaan dan pengembangan industri makanan minuman agar tidak hanya mampu melakukan penetrasi ke pasar internasional tetapi juga terhubung dengan jejaring rantai suplai global sebagaimana diamanahkan pada Undang Undang No 3 tahun 2014 tentang Perindustrian.
Pelaksanaan Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para pelaku industri di sektor makanan dan minuman mengenai potensi pengembangan akses ke pasar global serta mendapatkan masukan terkait program / fasilitasi yang dibutuhkan dari Kementerian Perindustrian dalam rangka mendorong pengembangan akses pelaku industri ke pasar global, khususnya pemulihan setelah Pandemi COVID-19.

Welcome Remarks : Dody Widodo (Direktur Jenderal Ketahanan Perwilayahan dan Akses Industri International, Kementerian Perindustrian)

Speakers :
1) Johan Muliawan (Wakil Ketua GAPMMI-Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia)
2) Dika Rinakuki (Local Expert CBI Kementerian Luar Negeri Belanda)
3) Prof. Dr. Ina Primiana, SE, MT (Guru Besar Fakultas Ekonomi UNPAD)
4) Azhar Fitri (Direktur Akses Sumber Daya Industri dan Promosi Internasional)
5) Direktorat Industri Makanan, Hasil Laut, dan Perikanan
6) Direktorat Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar

 

 



Leave a Reply

17 − seven =